Seorang pembunuh duduk di kursi listrik dan akan dieksekusi.
“Apa kamu punya permintaan terakhir?” tanya seorang pendeta.
“Ya,” jawab si pembunuh, “Maukah Bapak tetap memegang tanganku sementara aku dieksekusi?”
Sumber: Renungan Manna Sorgawi Januari 2009
Kata pencarian untuk artikel ini:
Artikel Terkait:
- Lima Ratus Bebek
Seorang guru pria berkata kepada dua orang muridnya yang sedang ngobrol, “Bila dua orang wanita... - Biasanya
Pada suatu siang ada seorang kakek turun dari becak, dia menanyakan ongkosnya pada si tukang... - Apakah Anda?
Terdengar suara di ujung telepon sana: Penelepon: Pak, apakah Bapak memerlukan kredit pemilikan rumah? Tono:... - Kehilangan Dompet
Budi kehilangan dompetnya pada suatu pesta ulang tahun keponakannya. “Hadirin, saya mohon maaf karena mengganggu... - Sama-Sama Beruntung
Kecelakaan terjadi di depan rumah dokter Alfred yang terkenal bisa menyembuhkan dengan cepat. Polisi yang...






