Perhatikanlah sajian di layar kaca kita, yang akhir-akhir ini diwarnai oleh maraknya iklan ramal-meramal. Para peramal tahu bahwa masyarakat Indonesia dekat dengan dunia mistik, karena itu mereka menggunakan peluang ini untuk menjual informasi mereka yang dianggap supranatural. Untuk menang bersaing meraup keuntungan yang lebih besar, para peramal ini menggunakan kecanggihan teknologi. Strategi mereka mempromosikan hasil ramalan dan menarik pelanggan pun dikemas dengan cara yang mudah serta menarik, misalnya lewat SMS. “Cukup ketik reg spasi nama dan kirimkan ke…,” demikian perintahnya. Menurut salah satu majalah, ada 100 ribu orang yang menjadi pelanggan Dedy Corbuzier dan Ki Joko Bodo kebanjiran 70 ribu SMS setelah dua minggu memasang iklan. Mengapa ramalan begitu laris? Karena kebanyakan orang ingin mengetahui tentang nasibnya. Para pemuda ingin tahu akhir kisah cintanya, pedagang, pebisnis dan politikus ingin tahu keberuntungannya, dan alternatif tercepat yang mereka tempuh adalah dengan mendatangi peramal atau praktik kuasa gelap lainnya. Lagipula masyarakat tidak perlu bersusah payah mencari peramal, karena saat ini mereka membuka praktik di mall, hotel, cafe atau tempat-tempat nongkrong lainnya.
Ketika seseorang, baik karena iseng atau serius datang ke peramal, sesungguhnya saat itu juga ia telah membuka celah bagi masuknya kuasa kegelapan ke dalam hidupnya. Saat seseorang datang ke peramal, ia sudah menyerahkan masa depannya kepada kuasa kegelapan. Pada saat seseorang mau diramal, tanpa ia sadari sesungguhnya rohnya sudah tunduk pada ramalan yang disampaikan oleh si peramal. Dengan demikian masa depannya tidak lagi diserahkan kepada Tuhan yang menyediakan masa depan yang penuh harapan baginya, tetapi di tangan Iblis yang gemar mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10).
Ramalan, dunia mistis dan okultisme merupakan “cabang” dari penyembahan berhala, yang dibenci oleh Tuhan. Tuhan menghalau para pelaku maupun pemakai jasa kuasa kegelapan itu. “Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Im 20:6).
Apakah sebagai orang Kristen kita masih terus menutup mata melihat maraknya praktik kuasa gelap ini? Kalau kita menutup mata dan menganggap itu sebagai hal yang biasa saja, maka kita jangan kaget atau menyesal jika anak, suami, istri, keponakan, atau orang yang kita cintai lama-kelamaan lebih percaya kepada para peramal itu daripada firman Tuhan. Kenapa? Karena mereka tidak mengerti bahwa ramalan berasal dari kuasa kegelapan. Mereka menganggap bahwa ramalan im merupakan sebuah informasi baik yang layak untuk dikonsumsi. Karena itu, ajarkan kebenaran firman kepada orang-orang yang kita kasihi.
Sumber: Renungan Manna Sorgawi Februari 2009
Wow. Menurut saya inilah artikel yang menjawab bagaimana cara kerja ramalan-ramalan di dunia ini. Saya percaya bahwa yang namanya ramalan, seperti zodiak, shio, fengshui , membaca garis tangan, santet, dll merupakan kuasa kegelapan. Sebagai manusia kita memiliki otoritas penuh untuk memilih jalan hidup kita. Apakah kita mau memilih jalan yang sesat atau jalan yang benar.
Pada saat kita baik sengaja maupun tidak sengaja membaca zodiak di koran, kita telah menyerahkan masa depan kita kepada kuasa kegelapan. Pikiran kita akan mencari hubungan antara ramalan tersebut dan kenyataan di hidup kita. Dan hampir selalu otak kita mengatakan bahwa isi ramalan tersebut benar, meskipun kemiripannya hanya 10%. Maka lama kelamaan kita pun 100% percaya akan isi ramalan tersebut. Ketika kita 100% percaya, yang terjadi adalah kehidupan kita akan dituntun oleh isi ramalan. Misalnya, sebelum mulai beraktivitas, kita akan membaca ramalan. Apa ya yang akan terjadi hari ini. Bila isi ramalan baik, kita akan bersemangat dan mengakhiri hari itu dengan baik. Namun bila isi ramalan buruk, kita akan ikut uring-uringan. Padahal seharusnya semua hari itu baik, semua hari itu indah.
Maka dari itu, janganlah menyerahkan masa depanmu kepada kuasa gelap. Kendalikan hidupmu sendiri!
Kata pencarian untuk artikel ini:
cara membaca garis tangan, membaca ramalan garis tangan, membaca ramalan tangan, peramal di mall, peramal mall, ramalan gariis tangan, ramalan shio dan garis tangan, renungan manna sorgawi okultisme
Artikel Terkait:
- Tips Menjalankan Bisnis di Masa PEMILU
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai berbagai peluang bisnis yang muncul di masa PEMILU. Buat... - Berbagai Peluang Bisnis di Masa PEMILU
Beberapa saat lagi masyarakat Indonesia akan menikmati pesta demokrasi. Ya. Pada tahun 2009 mendatang akan...






