Bangunlah Hubungan Baik

by Wibowo Tunardy on 02/10/2011

in Sekedar Info

Elizabeth adalah seorang anak berusia empat tahun yang lahir dalam keluarga kaya raya. Namun ayahnya tidak menyukainya. Alasannya sangat sederhana, karena ia terlahir sebagai perempuan. Padahal ayahnya sangat mengharapkan seorang anak laki-laki. Kebencian ayahnya semakin menjadi-jadi karena sang istri meninggal ketika melahirkan Elizabeth. Setiap hari ia hanya dirawat oleh seorang suster, sementara ayahnya tidak pernah memperdulikannya. Ayahnya menyapanya hanya jika bangun pagi-pagi. Dan itupun hanya sebuah kalimat singkat yang sama setiap hari, yakni “Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal.”

Suatu malam ketika semua orang tertidur lelap, ayahnya mendengar suara-suara aneh dari ruang kerjanya di lantai bawah. Ia pun turun perlahan-lahan dan ketika membuka pintu kamar kerjanya, di sana ia melihat Elizabeth, anaknya yang masih berusia empat tahun duduk di kursi kerjanya sambil menepuk-nepuk meja dengan keras. Malam itu ia bertanya kepada Elizabeth mengapa ia belum tidur juga. Untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata-kata yang lain kepada anaknya, selain “Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal.” Untuk pertama kalinya juga ia menggendong anaknya, membawanya ke luar dan menunjukkan bulan serta bintang seraya berkata, “Lihat tuh, bulan bobo, bintang juga bobo, kamu juga harus bobo.” Setelah itu ia membopong anaknya menuju kamarnya, membaringkannya, mencium pipi kiri dan kanan dan mengucapkan selamat malam. Semua itu belum pernah dilakukannya sebelumnya. Hingga usia tujuh belas tahun Elizabeth selalu melakukan hal yang sama, bangun tengah malam, duduk di meja kerja ayahnya dan menepuk-nepuk meja, karena ia tahu, hal itu akan menarik perhatian ayahnya.

Hingga sekarang ini ada banyak anak yang haus akan kasih sayang dan perhatian dari orang tua mereka. Penolakan, kebencian, pengalaman hidup yang pahit atau juga kesibukan, membuat beberapa orang tua tidak memberikan perhatian dan kasih sayang sebagaimana mestinya kepada anak-anak mereka. Mungkin anak tidak dapat mengungkapkan kerinduan mereka akan hubungan yang manis dengan orang tua, namun mereka akan mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku yang tidak lazim seperti Elizabeth.

Jika Anda adalah orang tua, bangunlah hubungan yang baik dengan anak-anak, luangkan waktu bersama mereka, nyatakanlah kasih sayang dan perhatian bagi anak-anak Anda. Mereka adalah harta berharga yang dipercayakan oleh Tuhan untuk dikasihi, dididik dan dibesarkan. Sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab kepada Tuhan mengenai cara memperlakukan anak-anak Anda. Dan ingatlah, anak-anak bukan untuk dimaki-maki, dihajar habis-habisan atau diperbudak, melainkan untuk disayangi.

Sumber: Renungan Manna Sorgawi Januari 2009

Kata kunci: pengertian hubungan baik, hubungan baik adalah, definisi hubungan baik, arti hubungan baik, hubungan baik antara anak dan orang tua, Kata kata ketika kita haus akan kasih sayang seorang ayah, Kenapa orang haus akan kasih sayang?, selamat pagibangunlah kasih

{ 4 comments… read them below or add one }

Tongkonanku November 2, 2011 at 20:00

Sesuatu banget! Nanti kalau saya punya anak, akan saya bangun hubungan yang terbaik. :)

Reply

Wibowo Tunardy November 2, 2011 at 22:01

Jangan tunggu nanti. Semua yang baik bisa dimulai dari sekarang.

Reply

obat tradisional insomnia November 11, 2011 at 20:52

setuju sekali :)
kita harus membangun hubungan yang baik terutama kepada anak kita sendiri, karena anak adalah titipan Tuhan yang harus di sayangi dengan penuh kasih sayang :) )

Reply

Rayuan Gombal January 18, 2012 at 11:01

kebersama’an itu indah… tidak ada yang indah selain kebersama’an,teringat sama orang tua hubangan mereka kurang bagus,kasih sayang yang saya harapkan lenyap begitu saja entah kemana,namun dibalik itu semua pasti ada hikmahya!!!hubungan baik itu menentukan masa depan yang cerah.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: